BUKA WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU HONORER, KAKANWIL SULBAR TEKANKAN TRANSFORMASI DIGITAL

BUKA WORKSHOP PENINGKATAN KOMPETENSI GURU HONORER, KAKANWIL SULBAR TEKANKAN TRANSFORMASI DIGITAL

Inmas MAN 1 Mamuju (09/10/2021)

Jelang pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Kementerian Agama Republik Indonesia, KKM Se-wilayah Kabupaten Mamuju menggelar kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Honorer Se-wilayah KKM MAN 1-MTsN 1-MIN 1 Kabupaten Mamuju, hari ini 9 Oktober 2021. Kegiatan dilaksanakan di aula asrama terpadu MAN 1 Mamuju.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Barat, Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju serta Kepala MAN 1 Mamuju, MTsN 1 Mamuju dan MIN 1 Mamuju.

Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Barat, H. Suharli, S. Ag., M. Pd saat membawakan materi di hadapan peserta workshop

Di hadapan 69 orang honorer yang dinyatakan berhak mengikuti seleksi PPPK, mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju, Kasubag TU Kankemenag Kabupaten Mamuju, Drs. H. Fajrul Islam, S.Ag., M.Si menyampaikan harapan agar semua honorer dapat terus mengembangkan kompetensi dan mengambil bagian dalam mewujudkan program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya Transformasi Digital. Belajar bukan hanya untuk seleksi, namun harus terus menerus demi kualitas kerja yang baik dan bakti pada negara.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Barat, Dr. H. M. Muflih B. Fattah, MM dalam sambutannya memberikan atensi kepada seluruh calon PPPK. Dirinya menitipkan harapan agar peserta dapat mengikuti kegiatan Workshop dengan seksama sehingga peningkatan 4 kompetensi yang diujikan pada saat seleksi dapat terwujud, penguasaan teknologi di era digital juga wajib bagi setiap calon PPPK . Lebih lanjut H.M Muflih menekankan bahwa khusus untuk guru madrasah harus punya progres dan dapat bekerja cepat di era kompetisi yang semakin ketat. Juga mempunyai kompleksitas sehingga bisa memahami bahasa dan budaya orang lain. “Selain itu, jangan lupa langitkan do’a, mohon bimbingan dari Allah SWT lewat tahajjud dan jangan lupa minta maaf dan restu dari kedua orang tua agar keberhasilan dapat kita capai” pesannya mengakhiri sambutan

(Penulis: Namirah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*