Kepala Kantor Kemenag Mamuju Ajak Peserta Inhouse Training Jadi Tim Sukses Madrasah Unggul di Masa Depan

Kepala Kantor Kemenag Mamuju Ajak Peserta Inhouse Training Jadi Tim Sukses Madrasah Unggul di Masa Depan

HUMAS MAN 1 MAMUJU – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju, Dr. Syamsuhri Halim, M.Pd mengungkapkan tiga hal yang wajib dimiliki madrasah untuk menjadi madrasah unggul di masa depan saat menghadiri acara Inhouse Training Penyusunan Soal Ujian Tingkat Madrasah Aliyah Se-Kabupaten Mamuju Tahun Pelajaran 2020/2021 Wilayah Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN 1 Mamuju di Aula Gedung Asrama MAN 1 Mamuju, Jl Soekarno Hatta, Selasa (16/03).

Tiga hal tersebut adalah Kualifikasi, Kualitas, dan Kuantitas. Ketiga komonen ini diharapkan mampu membawa masa depan madrasah yang lebih baik. Ketiga poin ini tidak bisa dipisahkan.  “Mari kita menjadikan madrasah ini menjadi madrasah yang lebih baik di masa depan dengan cara berpikir kualifikasi, kualitas, dan kuantitas. Saya berharap kepada kita semua, mari kita menjadi tim sukses dalam rangka membawa madrasah menjadi madrasah unggulan di masa depan,” ungkapnya.

Dr Syamsuhri Halim pun mengajak peserta untuk meningkatkan kualifikasi pendidikannya dengan melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. “Bagi yang masih S1, lanjutkan ke S2. Yang sudah S2 lanjutkan pendidikan ke S3, dan seterusnya. Jangan hanya tinggal di landasan, tapi mari kita membangun kolaborasi, sinergitas, agar Madrasah Aliyah Negeri bisa akseleratif dengan madrasah-madrasah swasta lainnya. Mari saling tarik menarik, agar secara serentak Madrasah Aliyah Negeri dan Madrasah Aliyah Swasta yang lain sama-sama maju menjadi madrasah yang unggul di masa depan,” ungkapnya.

Selain itu, Dr Syamsuhri Halim pun senantiasa mengajak peserta inhouse training untuk meningkatkan budaya baca. “Mari kita setiap kali mendapatkan gaji, sisipkanlah untuk membeli 1-2 buku. Meskipun belum sempat dibaca, paling tidak kita jadikan sebuah hoby. Sebuah kebiasaan akan bisa diubah dengan kebiasaan baru. Kita sebagai guru juga harus senantiasa mengamalkan budaya membaca empat lembar ayat suci al-Quran dan sholat dhuha sebelum berangkat ke madrasah. Agar kita bisa membawa dan menularkan energi postif dan kekuatan spiritual untuk anak didik kita.” ajaknya. (NJA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*